Wednesday, June 24, 2015

INDAHNYA KETIDAKSEMPURNAAN


Jika ingin dunia ini gelap dan mencekam, tak perlu repot mengecatnya dan cukuplah dengan mengganti kacamata. Jika ingin dunia ini indah maka koleksilah kacamata yang transparan dan apa adanya.
Kelemahan terbesar dari kesempurnaan adalah ketidakmungkinannya untuk dicapai. Ketidaksempurnaanlah yang membuat dunia ini tetap berjalan dan di dalam ketidaksempurnaanlah letaknya segala keindahan.
Ketidaksempurnaanlah yang membuat handphone kini setipis gelas, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna, maka yang kita genggam sekarang hanyalah benda berat yang besar seperti botol air mineral.
Ketidaksempurnaanlah yang membuat mobil kini super hemat, cepat, dan ringan, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna, maka yang kita kendarai sekarang bukan Innova tapi Kijang Doyok.
Ketidaksempurnaanlah yang membuat jari kini mengetik di tuts keyboard yang mungil, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna kita pasti tidak bekerja dengan laptop melainkan dengan desktop. Itu pun, dengan Windows 3.1 di dalamnya dan bukan Windows 8.
Mereka yang kaya, yang sukses dan berhasil hatinya, telah kaya, sukses dan berhasil mengepaskan kacamata dan dengan cerdas mencari dan menemukan ketidaksempurnaan, lalu merubahnya menjadi peluang dan kesempatan.
Adanya pesawat karena kita kurang cepat. Komputer lahir karena kita kurang mahir. Handphone muncul supaya kita makin mudah bergaul. Ada yang menjual karena ada yang membeli. Ada yang menawarkan karena ada yang membutuhkan. Bisnis lahir untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan. Segala kekurangan dan ketidaksempurnaan adalah peluang dan kesempatan.
Justru itu. Makna hidup adalah tentang mengupgrade versi-versi lama. The past is not a place of residence, it's a palace of reference.

(om popa, 25 juni 2015)