Untuk memahami orang lain kita harus mencoba masuk ke dalam dunianya...
begitupun untuk memahami kejadian yg menimpa oorang lain .. kita harus mencoba masuk kedalam situasi yg mirip seperti kejadian itu...
Sebelumnya gw mengira dan membayangkan peperangan itu mudah... atur strategy... tembak dan menang.... ternyata... betapa melelahkannya perang itu ...
dalam suasana gawat... peluru melintas di dekat kita... kita harus belari.. tiarap, merayap... sambil melihat dimana posisi musuh...
dengan senjata yang berat yg menguras tenaga untuk tetap ada di tangan (kalau bisa di tinggal deh .. )... dengan pakaian yg tebal yg menyesakkan dada... dengan helm yg terpaksa kita pakai semakin menambah berat pikiran ...
belum lagi bila teman kita terkena tembak atau meninggalkan kita atau bahkan tertinggal. dimana kita berharap sokongan untuk melindungi diri...
wah... capek banget deh..... makanya suka mikir ... kok pada betah ya perang berlama-lama.... serhari2x, bulan bahkan tahunan.... paa enggak capek kali ye????
cinta damai aja deh jangan perang.... capek ....
beneran...
Hanya sejenak untuk melihat diri dan berjalan lagi, seteguh gunung dia berdiri, Setabah nelayan menembus badai, Sebebas elang dia berteriak, seikhlas karang menunggu ombak, seperti lautan dia bersikap
Monday, September 11, 2006
puisi
Inginku
Begitu indahnya pesona yang ada dalam dirimu,
Kau sebarkan wangi semerbak ke seluruh alam,
Kau jadikan dunia ini penuh warna,
Warna keindahan dan kedamaian,
Kau hiasi mahkota mu dengan penuh warna,
Kau selalu ada disetiap suasana,
Kau dapat menghilangkan semua duka,
Membuat suasana menjadi ceria.
Tak salah banyak orang begitu mengagumimu,
Karna kau begitu menarik dan mempesona,
Dibalik keindahanmu kau begitu kuat,
Kau mampu menjaga dirimu dengan duri yang melekat,
Mawarku,
Kau pancaran cinta dan kasih sayang,
Jangan pernah kau hilang,
Teruslah kau berkembang,
Dengan sinar cahaya mu yang indah gemilang
(elyta & me)
sepi
Aku melamun dalam ruangan yang sepi,
Tak ada seorang pun disini ,
Hanya aku yang sedang memainkan jari jemari,
Menulis bait demi bait puisi,
Kupandangi pemandangan disekitar ,
Kulihat nyiur melambai,
Seakan mencoba menemaniku,
Yang sedang larut dalam kesendirian.
Lambaian itu begitu menghangatkan ,
Memecah relung kesepian,
Ku balas dengan senyum persahabatan,
Sebagai awal perkenalan,
Aku tak merasakan sepi,
Karena nyiur ada disini,
Seolah menyiapakan diri,
Untuk menjadi tempat berbagi,
Segala rasa dihati.
(elyta & me)
ingin ku
Ketika rasa itu datang,
Aku ingin berlari ,
Seolah tak ingin menjawab semua teka-teki,
Aku tak ingin sendiri,
Mengahadapi semua masalah ini,
Aku ingin ada tempat berbagi,
Yang dapat meringankan beban ini,
Aku harus dapat berpikir jernih.
Tuk menjawab semua ini,
Aku harus dapat memilih.
Kemana ku dapat melangkahkan kaki,
Aku masih ingin melihat indahnya mentari,
Yang menyinari pagi,
Kuingin ucapkan selamat datang kembali,
Kebahagian yang tlah lama kunanti.
(elyta & me)
untukmu
tak tahu mulai darimana
tak tahu harus menulis apa
menyelami hati mu
menembus ruang waktu
teramat dalam
tak mampu ku capai...
memandang gemintang
mencari makna
sesukar meraba lelikuan sikapmu
bergeming aku.
meresapi lagi hadir mu
memberi asa dan cita
ada luka disana
yg kau tingggalkan
memberi sejuta tanya..
kini kau datang
ada ragu di hati
layakkah aku di sisi
Kau beri warna baru dijiwa
warna indah persahabatan
terungkap sudah sejuta tanya
haru ku... haru mu...
luka itu tertutup sudah
menjadi sesuatu yg indah
tak terlupakan
untuk merajut hari2x kita
oh...
dapat ku temui hatimu
ku buka buku hatimu
kenali kedewasaan diri
kenali keteguhan sikap
dan temui kerapuhan hati...
inginku masuk lebih dalam
membawamu menuju gemintang
agar kau tahu indahnya dunia
luasnya alam raya
kau bebas memainkan penamu
mecurahkan semua yg kau rasa
agar bahagia kau dapat..
luka mu akan hilang
seiring jalan yg kau lalui
kau temui teman sejiwa
tempat kau tulis sejuta warna
cinta dan asa
harapku...
tinggal ku sendiri
merenungi diri..
menjadi karang,
menjadi elang
dalam sepi, ku tulis untaian doa
untukmu...
seseorang yg wajahnya selalu dalam relung hati
yg di lukis dengan warna hidup
putih, merah dan hitam
hanyut ku...
dalam biruku...
(.me)
dewi hati
terpaku memandang biru...
terhanyut dalam buih...
airmata semakin pasang
sebentar tengelamkan pasak
mencoba merangkai warna
mengurat dengan jiwa
membentuk cinta
jauh di relung hati..
terlukis indah wajahmu
yg tiada ada pudar..
damainya cahaya mata.
di dalamnya terdapat danau.
danau yg menunggu untuk di tumpahkan
ada hati yg jernih..
lembut selembut bayu
memberi asa pada sesama
walau luka menganga...
wajah itu..
yg dilukis dengan putihnya susu
segarnya merah dan hitamnya luka
dari sari hidup.
yang menjelma menjadi dewi...
yang ada dalam relung jiwa
tak terkikis oleh badai hidup..
yg selalu hidup di hati..
: Pesona yang mengagumkan begitu kuat
Terpancar dari wajahnya
kedewasaan dan kematang tampak jelas terlihat,
dari setiap langkahnya
kebahagian kan datang padanya
bersama indah yang diciptakannya.
berharap ada setitik asa tuk gapai bahagia bersama,
tapi sang waktu tak menjawab jua.
Smua tinggal lah harap semata,
bersama kenangan yang tlah tercipta.
(me)
Melati...
tumbuh mewangi
berpagar semak berduri
ku coba memetik
duri mu melukai
kupaksa melangkah
semak mu menghalang
sampai ku sadari
ada mawar menemani duka
membalut luka
memberi matahari hidup
hidupku kini matahariku
hingga sang waktu mempertemukan melati
mengoyak kembali luka itu
dan sang waktu pula
mengajari kita arti persahabatan
kini kau ragu
akan sikap ku
adakah hati disana??
mengganjal sikapmu
dosakah aku
menghirup wangi mu
memandang putih mu
menjaga mu
berbagi cerita
tentang asa mu
tentang matahari ku
tentang warna-warni hidup...
atau inikah jalan ku..
yang hanya bisa memandangmu di kejauhan
tanpa arti bagi mu
percayalah
apapun yg ku dapat
tlah memberi arti yg dalam di hidupku
dan apapun sikapmu ku trima sebagai jalanku...
....
Akulah bunga
beri warna dan aroma
akulah camar
memberi keindahan di cakrawala
Kau jaga
beri asa dan cita
bagai mentari menyinari
bagai bayu menghembus waktu
Kau goreskan warnamu
di kanvas biru hati ku
beri sejuta tanya
dan harap
kemana bayu berhembus
bilakah kelopakku merekah
menyambut hari indah
dari sikap ragumu
ku kan terus terbang
mengepakkan sayapku
meniti asa dan cita
yng ku gantung tinggi di sana
kini sikapmu
galaui hati dan jalan ku
hadirmu memberi tanya
ragu di hati
ku terus merekah
menhiasi taman hati
dengan kelopak
dan sayapku
lebih indah dengan warnamu..
Buah hatiku
lelaki kecil ku.....
nan mungil dan lucu..
penerus darahku
dalam perjuanganku..
terbayang slalu wajah mu.....
senyum manis bibirmu...
matahari hidupku
cahaya gelap hatiku...
terang berkilauan karena mu
menambah gemerlap hidupku...
menangislah yang keras
Luapkan sedih dihatimu...
kan ku coba mengerti
apa maumu..
tataplah gemintang
yang indah bersinar
gantungkan asa dan citamu disana
bersama doa dan harap dariku...
aku disini
slalu berdoa untukmu
ku berikan yg terbaik untukmu
tuk gapai smua bahagia hidupmu...
(elyta & me)
Masa lalu
mengarungi kembali masa itu
bersama teman2 ku
Saat Indah yang kurasalkan dulu
terhanyut ku di dalamnya...
bersama kita dalam duka
Tertawa dalam canda
merajut asa bersama
dibungkus kecintaan yg sama
disana penuh kebersamaan
Dalam satu tali persaudaraan
di asah oleh kesabaran
dibalut keikhlasan
tempat saling berbagi
menumpahkan segala asa dalam dada
mencari jati diri
dipandu teman sejati
Yang slalu setia menemani
memberi arah di waktu mendua
menopang dikala terjatuh
KU gerakan tongkat2 kecilku...
ku putar kembali memoriku
mengingat simpul2x yg kau ajarkan
tuk menguatkan peganganku
bertanya dalam hati
sanggupkah ku tularkan semua
Kisah Yang ku Alami ini
Pada generasi penerusku...
sang waktu menguhkan hati
Menguatkan Jiwaku..
sampai kan kutemukan kembali
kebesaran jiwa yg di ukir di hati
esok kita kan bersama lagi
Bertemu kembali...
tuk berbagi cerita yang pernah kita alami...
Melepas Segala Rindu Di Hati
tak sanggup ku menunggu datangnya hari itu ...
(elyta & me)
LELAH
menyusur jalan tak berujung
mengarungi samudra tak bertepi
putus asa menjadi nyanyian hati
lelah....
mencari jalan keluar
melepas sauh di lautan
mengharap satu asa
tersesat aku...
masih ku susuri jalan itu
masih ku arungi samudra itu
dengan sisa katabahan
dengan doa
tiba di persimpangan hidup
memilih aku ....
tak bisa ku pilih
kemana ku bawa hati
temui para begawan
temui sahabat
tak ada tuah ku dapat
kemana lagi ku cari
Pada ruang pada waktu
aku ingin datang dalam sepi
tumpahkan isi hati
ringan ku mendaki
pada kelelawar ku mengadu
di lampu jalan sandarkan angan
pada nada lontarkan marah
pada alam raya ku berterus terang
LELAH
GELISAH
LELAH
GELISAH
Begitu indahnya pesona yang ada dalam dirimu,
Kau sebarkan wangi semerbak ke seluruh alam,
Kau jadikan dunia ini penuh warna,
Warna keindahan dan kedamaian,
Kau hiasi mahkota mu dengan penuh warna,
Kau selalu ada disetiap suasana,
Kau dapat menghilangkan semua duka,
Membuat suasana menjadi ceria.
Tak salah banyak orang begitu mengagumimu,
Karna kau begitu menarik dan mempesona,
Dibalik keindahanmu kau begitu kuat,
Kau mampu menjaga dirimu dengan duri yang melekat,
Mawarku,
Kau pancaran cinta dan kasih sayang,
Jangan pernah kau hilang,
Teruslah kau berkembang,
Dengan sinar cahaya mu yang indah gemilang
(elyta & me)
sepi
Aku melamun dalam ruangan yang sepi,
Tak ada seorang pun disini ,
Hanya aku yang sedang memainkan jari jemari,
Menulis bait demi bait puisi,
Kupandangi pemandangan disekitar ,
Kulihat nyiur melambai,
Seakan mencoba menemaniku,
Yang sedang larut dalam kesendirian.
Lambaian itu begitu menghangatkan ,
Memecah relung kesepian,
Ku balas dengan senyum persahabatan,
Sebagai awal perkenalan,
Aku tak merasakan sepi,
Karena nyiur ada disini,
Seolah menyiapakan diri,
Untuk menjadi tempat berbagi,
Segala rasa dihati.
(elyta & me)
ingin ku
Ketika rasa itu datang,
Aku ingin berlari ,
Seolah tak ingin menjawab semua teka-teki,
Aku tak ingin sendiri,
Mengahadapi semua masalah ini,
Aku ingin ada tempat berbagi,
Yang dapat meringankan beban ini,
Aku harus dapat berpikir jernih.
Tuk menjawab semua ini,
Aku harus dapat memilih.
Kemana ku dapat melangkahkan kaki,
Aku masih ingin melihat indahnya mentari,
Yang menyinari pagi,
Kuingin ucapkan selamat datang kembali,
Kebahagian yang tlah lama kunanti.
(elyta & me)
untukmu
tak tahu mulai darimana
tak tahu harus menulis apa
menyelami hati mu
menembus ruang waktu
teramat dalam
tak mampu ku capai...
memandang gemintang
mencari makna
sesukar meraba lelikuan sikapmu
bergeming aku.
meresapi lagi hadir mu
memberi asa dan cita
ada luka disana
yg kau tingggalkan
memberi sejuta tanya..
kini kau datang
ada ragu di hati
layakkah aku di sisi
Kau beri warna baru dijiwa
warna indah persahabatan
terungkap sudah sejuta tanya
haru ku... haru mu...
luka itu tertutup sudah
menjadi sesuatu yg indah
tak terlupakan
untuk merajut hari2x kita
oh...
dapat ku temui hatimu
ku buka buku hatimu
kenali kedewasaan diri
kenali keteguhan sikap
dan temui kerapuhan hati...
inginku masuk lebih dalam
membawamu menuju gemintang
agar kau tahu indahnya dunia
luasnya alam raya
kau bebas memainkan penamu
mecurahkan semua yg kau rasa
agar bahagia kau dapat..
luka mu akan hilang
seiring jalan yg kau lalui
kau temui teman sejiwa
tempat kau tulis sejuta warna
cinta dan asa
harapku...
tinggal ku sendiri
merenungi diri..
menjadi karang,
menjadi elang
dalam sepi, ku tulis untaian doa
untukmu...
seseorang yg wajahnya selalu dalam relung hati
yg di lukis dengan warna hidup
putih, merah dan hitam
hanyut ku...
dalam biruku...
(.me)
dewi hati
terpaku memandang biru...
terhanyut dalam buih...
airmata semakin pasang
sebentar tengelamkan pasak
mencoba merangkai warna
mengurat dengan jiwa
membentuk cinta
jauh di relung hati..
terlukis indah wajahmu
yg tiada ada pudar..
damainya cahaya mata.
di dalamnya terdapat danau.
danau yg menunggu untuk di tumpahkan
ada hati yg jernih..
lembut selembut bayu
memberi asa pada sesama
walau luka menganga...
wajah itu..
yg dilukis dengan putihnya susu
segarnya merah dan hitamnya luka
dari sari hidup.
yang menjelma menjadi dewi...
yang ada dalam relung jiwa
tak terkikis oleh badai hidup..
yg selalu hidup di hati..
: Pesona yang mengagumkan begitu kuat
Terpancar dari wajahnya
kedewasaan dan kematang tampak jelas terlihat,
dari setiap langkahnya
kebahagian kan datang padanya
bersama indah yang diciptakannya.
berharap ada setitik asa tuk gapai bahagia bersama,
tapi sang waktu tak menjawab jua.
Smua tinggal lah harap semata,
bersama kenangan yang tlah tercipta.
(me)
Melati...
tumbuh mewangi
berpagar semak berduri
ku coba memetik
duri mu melukai
kupaksa melangkah
semak mu menghalang
sampai ku sadari
ada mawar menemani duka
membalut luka
memberi matahari hidup
hidupku kini matahariku
hingga sang waktu mempertemukan melati
mengoyak kembali luka itu
dan sang waktu pula
mengajari kita arti persahabatan
kini kau ragu
akan sikap ku
adakah hati disana??
mengganjal sikapmu
dosakah aku
menghirup wangi mu
memandang putih mu
menjaga mu
berbagi cerita
tentang asa mu
tentang matahari ku
tentang warna-warni hidup...
atau inikah jalan ku..
yang hanya bisa memandangmu di kejauhan
tanpa arti bagi mu
percayalah
apapun yg ku dapat
tlah memberi arti yg dalam di hidupku
dan apapun sikapmu ku trima sebagai jalanku...
....
Akulah bunga
beri warna dan aroma
akulah camar
memberi keindahan di cakrawala
Kau jaga
beri asa dan cita
bagai mentari menyinari
bagai bayu menghembus waktu
Kau goreskan warnamu
di kanvas biru hati ku
beri sejuta tanya
dan harap
kemana bayu berhembus
bilakah kelopakku merekah
menyambut hari indah
dari sikap ragumu
ku kan terus terbang
mengepakkan sayapku
meniti asa dan cita
yng ku gantung tinggi di sana
kini sikapmu
galaui hati dan jalan ku
hadirmu memberi tanya
ragu di hati
ku terus merekah
menhiasi taman hati
dengan kelopak
dan sayapku
lebih indah dengan warnamu..
Buah hatiku
lelaki kecil ku.....
nan mungil dan lucu..
penerus darahku
dalam perjuanganku..
terbayang slalu wajah mu.....
senyum manis bibirmu...
matahari hidupku
cahaya gelap hatiku...
terang berkilauan karena mu
menambah gemerlap hidupku...
menangislah yang keras
Luapkan sedih dihatimu...
kan ku coba mengerti
apa maumu..
tataplah gemintang
yang indah bersinar
gantungkan asa dan citamu disana
bersama doa dan harap dariku...
aku disini
slalu berdoa untukmu
ku berikan yg terbaik untukmu
tuk gapai smua bahagia hidupmu...
(elyta & me)
Masa lalu
mengarungi kembali masa itu
bersama teman2 ku
Saat Indah yang kurasalkan dulu
terhanyut ku di dalamnya...
bersama kita dalam duka
Tertawa dalam canda
merajut asa bersama
dibungkus kecintaan yg sama
disana penuh kebersamaan
Dalam satu tali persaudaraan
di asah oleh kesabaran
dibalut keikhlasan
tempat saling berbagi
menumpahkan segala asa dalam dada
mencari jati diri
dipandu teman sejati
Yang slalu setia menemani
memberi arah di waktu mendua
menopang dikala terjatuh
KU gerakan tongkat2 kecilku...
ku putar kembali memoriku
mengingat simpul2x yg kau ajarkan
tuk menguatkan peganganku
bertanya dalam hati
sanggupkah ku tularkan semua
Kisah Yang ku Alami ini
Pada generasi penerusku...
sang waktu menguhkan hati
Menguatkan Jiwaku..
sampai kan kutemukan kembali
kebesaran jiwa yg di ukir di hati
esok kita kan bersama lagi
Bertemu kembali...
tuk berbagi cerita yang pernah kita alami...
Melepas Segala Rindu Di Hati
tak sanggup ku menunggu datangnya hari itu ...
(elyta & me)
LELAH
menyusur jalan tak berujung
mengarungi samudra tak bertepi
putus asa menjadi nyanyian hati
lelah....
mencari jalan keluar
melepas sauh di lautan
mengharap satu asa
tersesat aku...
masih ku susuri jalan itu
masih ku arungi samudra itu
dengan sisa katabahan
dengan doa
tiba di persimpangan hidup
memilih aku ....
tak bisa ku pilih
kemana ku bawa hati
temui para begawan
temui sahabat
tak ada tuah ku dapat
kemana lagi ku cari
Pada ruang pada waktu
aku ingin datang dalam sepi
tumpahkan isi hati
ringan ku mendaki
pada kelelawar ku mengadu
di lampu jalan sandarkan angan
pada nada lontarkan marah
pada alam raya ku berterus terang
LELAH
GELISAH
LELAH
GELISAH
Tuesday, July 11, 2006
Sesuatu Yang Indah...
Mengenang sesuatu yang indah adalah hal biasa.... walau sesuatu yang indah itu belum tentu yang indah, mungkin pahit, seperti kegagalan yg akan terasa manis bila kita berhasil melaluinya...
hari-hari belakangan ini terasa semakin berat ... lebih berat dari perkiraan, jalan terjal itu semakin terjal, tp gw yakin sedikit lagi gw akan melewatinya. InsyaAlloh..
Seperti saat kalahari menerima tetesan pertama kesejukan, yang memberi asa dan cita kehidupan, kehadiran seseorang sahabat yg lama menghilang.. memberi sejuta warna baru dlm menjalani hidup..
ya walau kita pernah merasakan kegetiran hidup, yang tak kuasa kita tolak, yang di masa lalu bahkan kemarin membuat kita menangis... yang sekian lama ingin kita muntah kan, terlepas sudah..
jawaban-jawaban kegetiran itu terlukis nyata, kita pandangi dan mengiris perasaan, dan saat ini, lukisan kegetiran itu membuat kita tersenyum...menjadi sesuatu yg indah ... pernah mengenal sesorang yang sangat berarti dan kembali sebagai sahabat...
semoga tiada lagi sesuatu yg membuat engkau pergi.... sampai nanti... sampai menjadi sesuatu yg indah...
hari-hari belakangan ini terasa semakin berat ... lebih berat dari perkiraan, jalan terjal itu semakin terjal, tp gw yakin sedikit lagi gw akan melewatinya. InsyaAlloh..
Seperti saat kalahari menerima tetesan pertama kesejukan, yang memberi asa dan cita kehidupan, kehadiran seseorang sahabat yg lama menghilang.. memberi sejuta warna baru dlm menjalani hidup..
ya walau kita pernah merasakan kegetiran hidup, yang tak kuasa kita tolak, yang di masa lalu bahkan kemarin membuat kita menangis... yang sekian lama ingin kita muntah kan, terlepas sudah..
jawaban-jawaban kegetiran itu terlukis nyata, kita pandangi dan mengiris perasaan, dan saat ini, lukisan kegetiran itu membuat kita tersenyum...menjadi sesuatu yg indah ... pernah mengenal sesorang yang sangat berarti dan kembali sebagai sahabat...
semoga tiada lagi sesuatu yg membuat engkau pergi.... sampai nanti... sampai menjadi sesuatu yg indah...
Tuesday, June 13, 2006
Sepeda motor ku...
Sesungguhnya apa yg kita miliki adalah titipan-Nya dan akan kita pertanggung jawabkan kelak, ya semua yg kita miliki Harta, keluarga, jabatan semua ... termasuk sepeda motor ku... Ya Tuhan terimakasih atas kepercayaan-Mu menitipkan sebuah sepeda motor kepada ku...
Wahai sepeda motorku... aku akan merawatmu sebisaku.. aku tidak akan menyakitimu.... aku tidak akan membuka saringan knalpot yg bila di buka akan menghasilkan suara yang menggelegar... yg akan membuat para balita dan lansia terbangun bila engkau jalan ... dan di teriaki motor kampung cuma gara2x suara motor yang keras...
Sepeda motor ku.... sebenarnya aku ingin menganti knalpot mu dengan yang lain tapi aku tak ingin suara yang keluar mengganggu orang lain.. begitupun klakson... aku enggak mau klakson ku engagetkan orang lain...
Mesin mu akan ku rawat sebisaku... agar tidak mengeluarkan asap yang meracuni semua mahluk di sekitar kita... karena aku sering merasa terganggu dengan asap motor di depan ku...
Semoga engkau mengerti kalau uang untuk aksesoris itu sebaiknya di gunakan untuk keperluan lain yg lebih bermanfaat sehingga mudah mempertangung jawabkannya di hadapan tuhan...
Motorku... maaf kan saya kalau selama ini saya sering menggunakan mu untuk hal yg tidak bermanfaat, sering melanggar aturan lalulintas, melanggar hak pejalan kaki atau merampas hak pengguna jalan lainnya....
semoga engkau menjadi hal yg bermanfaat buat ku dan orang sekitar ku...
Wednesday, June 07, 2006
MAs yanto...
Mengikuti Mas Andri dan Wawan, hari ini Mas Yanto cabut dari kantor...!!!! awalnya gw cuma bilang GILA!!!! gimana enggak dengan kondisi saat ini dan dengan tanggungan yg mereka pikul... adalah hal yg gila keluar dari kantor...
Kondisi kantor yg tidak sehat jadi saya ingin meringankan beban perusahaan , itu alasan mas yanto Subhanalloh... demi cintanya pada kantornya dia rela pergi, mencoba mengais sendiri rejeki dari Tuhannya....
Rejeki dan kehidupan sudah diatur sama yg kuasa.. itu kata mereka... tetapi rejeki itu harus di tidak datang dengan sendirinya, jep.. Alloh enggak akan mencoba hambanya dengan cobaan yg tidak mampu di lewati hambanya... jadi kita usaha aja... usaha itu kewajiban hasilnya itu takdir.... sukuri apa yang kita dapat... Alhamdulillah temen gw jadi pada bener begini...
Melihat keadaan sekarang mas andri di Riau, Wawan baru sembuh dari sakit , mas yanto yg baru merajut asa menjadi usahawan, ketiganya berusaha bertahan, Ahamdulillah sampai saat ini mereka mampu...
Balik ke gw.... beranikah gw seperi mereka??? gw ragu... dengan kondisi gw saat ini (yg sedang menjalani teguran-NYA) gw sangsi... gw kuat menahan beban hidup...
Tapi gw musti coba,... gw akan mengumpullan semua daya yg ada di diri gw... gw harus berusaha mengambil jalan seperti mereka atau setidaknya membuat peta hidup baru, mengumpulkan asa dan upaya untuk menjalankannya secara disiplin...
Semoga langkah kita di berkahi dan di ridhoi amin...
Monday, June 05, 2006
Merapi, gempa, Isu dan takdir....
Disaat Merapi minta "perhatian", di saat semua mata dan perhatian terpusat ke merapi, persiapan di lakukan tapi yang datang lebih dulu adalah gempa, Gempa di JOgja kemarin sangat dahsyat... memakan banyak korban nyawa... dan materi... dan saudara kita disana terlunta2x menunggu datangnya pertolongan...
Disaat persiapan penanggulangan bencana ada di merapi yg dekat dengan jogja seharusnya pertolongan gempa akan cepat dan terkoordinir dengan baik... logikanya persiapan untuk merapi tinggal di switch saja untuk jogja... tapi apa yg terjadi.....?????
sempat terpikir apa kerjanya bakornas penanggulangan bencana??? ternyata tsunami aceh bukan pelajaran yg baik buat bakornas dan pemerintah... juga kita ....
Setelah Jogja, datang isu yang rada heboh... Jakarta akan mendapat giliran ... ya pergeseran lempeng benua memangterjadi tapi apakah mengarah ke jakarta Hanya Alloh saja yg tahu..
Sempat terpikir juga... bagus juga tuh kalo Jakarta dapat "giliran" supaya kesombongan jakarta hilang, dan di banding Jogja dan aceh, jakarta lebih "Berdosa" ....
Tinggal kita menyiapkan diri... apa yg harus kita lakukan apabila terjadi bencana??? siapkah kita??? mau tidak mau kita memang harus mempersiapkan diri menghadapi bencana.. karena alam tidak lagi ramah, akibat tangan2x kotor.... dan sifat sombong manusia...
udah ah capek...
Disaat persiapan penanggulangan bencana ada di merapi yg dekat dengan jogja seharusnya pertolongan gempa akan cepat dan terkoordinir dengan baik... logikanya persiapan untuk merapi tinggal di switch saja untuk jogja... tapi apa yg terjadi.....?????
sempat terpikir apa kerjanya bakornas penanggulangan bencana??? ternyata tsunami aceh bukan pelajaran yg baik buat bakornas dan pemerintah... juga kita ....
Setelah Jogja, datang isu yang rada heboh... Jakarta akan mendapat giliran ... ya pergeseran lempeng benua memangterjadi tapi apakah mengarah ke jakarta Hanya Alloh saja yg tahu..
Sempat terpikir juga... bagus juga tuh kalo Jakarta dapat "giliran" supaya kesombongan jakarta hilang, dan di banding Jogja dan aceh, jakarta lebih "Berdosa" ....
Tinggal kita menyiapkan diri... apa yg harus kita lakukan apabila terjadi bencana??? siapkah kita??? mau tidak mau kita memang harus mempersiapkan diri menghadapi bencana.. karena alam tidak lagi ramah, akibat tangan2x kotor.... dan sifat sombong manusia...
udah ah capek...
Thursday, May 18, 2006
Berangkat kerja
Jakarta, 19 mei 2006
Menyusuri jalan yg sama, gw pasang radio buat menemani perjalanan, seperti biasa denger Rafik dan putri berceloteh, gile.. ternyata beneran loh di belahan sana ada yg masak embrio manusia (bayi manusia) di buat sup dan di makan ... Astagfirlloh..... beneran sang malah ada yg hapal ramuan (bumbu)...
Obrolan beralih ke makanan yg lain, dan hal lain....
jam 8.10 sampai di lampu merah depan RS mitra (jatinegara) enggak sengaja mata saya menagkap seorang bapak menggendong anaknya di sebelah nya berdiri anak perempuannya (sekitar 5th) dan seorang ibu.. keadaan mereka "agak" kotor... bukan karena kotornya yg buat saya tetap memandangnya.... tapi....
tiba2x si Bapak menampar istrinya(mungkin) sang istri kelihatan berbicara keras gw enggak mendengar kata2x... dan sebuah pukulan melayang ke dagu si istri gw kaget.... tp gw enggak beranjak dari tempat gw....
si istri terjatuh.... hati gw bergetar... ingin rasanya mencoba melerai... tapi ... gw enggak bisa....
si istri bangkit coba memukul si bapak... si bapak malah menarik dan menyeret si ibu... karena harus menggendong dan melihat kedua anaknya si bapak mendorong si istri sambil berteriak pulang!!!!!...
si kecil dan kakaknya menangis.... pilu banget.... lampu berganti hijau..... klakson motor bebek yg memekakkan menyadarkan lamunan... gw jalan lagi.. tapi di kepala masih bermain pikiran ttg keluarga itu... keluarga yang entah apa masalahnya... (mungkin enggak jauh dari himpitan ekonomi) gw mikir ttg perasaan si anak.... gw membayangkan diri gw...
teringat Alm Ayah... mama... adik2x ... Alhamdulillah cobaan kel gw enggak seberat mereka... gw jadi kangen banget sama bokap.... udah lama enggak ziarah ke kuburnya...
selintas muncul kembali bayangan keluarga tadi .... kenapa gw enggak coba melerai???? atau melakukan sesuatu untuk mereka... tapi melakukan apa????
sampai kantor masih kepikiran adegan tadi enggak lebih dari 2 menit tapi sangat membekas....
Ya Alloh Ampuni Orang tua dan keluargaku ... Amin....
Menyusuri jalan yg sama, gw pasang radio buat menemani perjalanan, seperti biasa denger Rafik dan putri berceloteh, gile.. ternyata beneran loh di belahan sana ada yg masak embrio manusia (bayi manusia) di buat sup dan di makan ... Astagfirlloh..... beneran sang malah ada yg hapal ramuan (bumbu)...
Obrolan beralih ke makanan yg lain, dan hal lain....
jam 8.10 sampai di lampu merah depan RS mitra (jatinegara) enggak sengaja mata saya menagkap seorang bapak menggendong anaknya di sebelah nya berdiri anak perempuannya (sekitar 5th) dan seorang ibu.. keadaan mereka "agak" kotor... bukan karena kotornya yg buat saya tetap memandangnya.... tapi....
tiba2x si Bapak menampar istrinya(mungkin) sang istri kelihatan berbicara keras gw enggak mendengar kata2x... dan sebuah pukulan melayang ke dagu si istri gw kaget.... tp gw enggak beranjak dari tempat gw....
si istri terjatuh.... hati gw bergetar... ingin rasanya mencoba melerai... tapi ... gw enggak bisa....
si istri bangkit coba memukul si bapak... si bapak malah menarik dan menyeret si ibu... karena harus menggendong dan melihat kedua anaknya si bapak mendorong si istri sambil berteriak pulang!!!!!...
si kecil dan kakaknya menangis.... pilu banget.... lampu berganti hijau..... klakson motor bebek yg memekakkan menyadarkan lamunan... gw jalan lagi.. tapi di kepala masih bermain pikiran ttg keluarga itu... keluarga yang entah apa masalahnya... (mungkin enggak jauh dari himpitan ekonomi) gw mikir ttg perasaan si anak.... gw membayangkan diri gw...
teringat Alm Ayah... mama... adik2x ... Alhamdulillah cobaan kel gw enggak seberat mereka... gw jadi kangen banget sama bokap.... udah lama enggak ziarah ke kuburnya...
selintas muncul kembali bayangan keluarga tadi .... kenapa gw enggak coba melerai???? atau melakukan sesuatu untuk mereka... tapi melakukan apa????
sampai kantor masih kepikiran adegan tadi enggak lebih dari 2 menit tapi sangat membekas....
Ya Alloh Ampuni Orang tua dan keluargaku ... Amin....
Thursday, May 11, 2006
kangen
Udah lama ngk denger lagu cikal, Kerbau dikepalaku ada yg suci Kerbau dikepalaku senang bekerja
kerbau disini teman petani
Ular dinegara maju mjd sampah nuklir, Ular di dalam buku menjadi hiasan Tato, ular disini memakan tikus
Kerbau ku seram, kerbau besar tetapi dia senang bekerja hidupnya sederhana, Ularku besar, ularku seram, mengganti kulit keluar sarang , makan dan bertapa hidupnya sederhana
Sancaku melilit kerbau tetapi kerbauku tidak terganggu sebag sanca dan kerbau temannya petani ..
lalu di mana anak2x sang tikus???
Bila kita sedang tidur dan tiba2x terbangun krn lobang hidung kita terkena kumis harimau, pasti kita kan lari.. tetapi bayi ku tidak, bukan karena bayiku belon bisa berlari, aku percaya...
bayiku menarik dan memukul mulut harimau, harimau malah meberi bayi ku mainan, bayi ku menjadi bayi harimau, bayi harimau anak petani, seperti sanca melilit kerbau dia ada di gorong2x kota lantas apa agamanya??
kerbau disini teman petani
Ular dinegara maju mjd sampah nuklir, Ular di dalam buku menjadi hiasan Tato, ular disini memakan tikus
Kerbau ku seram, kerbau besar tetapi dia senang bekerja hidupnya sederhana, Ularku besar, ularku seram, mengganti kulit keluar sarang , makan dan bertapa hidupnya sederhana
Sancaku melilit kerbau tetapi kerbauku tidak terganggu sebag sanca dan kerbau temannya petani ..
lalu di mana anak2x sang tikus???
Bila kita sedang tidur dan tiba2x terbangun krn lobang hidung kita terkena kumis harimau, pasti kita kan lari.. tetapi bayi ku tidak, bukan karena bayiku belon bisa berlari, aku percaya...
bayiku menarik dan memukul mulut harimau, harimau malah meberi bayi ku mainan, bayi ku menjadi bayi harimau, bayi harimau anak petani, seperti sanca melilit kerbau dia ada di gorong2x kota lantas apa agamanya??
Wednesday, May 10, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)
