Untuk memahami orang lain kita harus mencoba masuk ke dalam dunianya...
begitupun untuk memahami kejadian yg menimpa oorang lain .. kita harus mencoba masuk kedalam situasi yg mirip seperti kejadian itu...
Sebelumnya gw mengira dan membayangkan peperangan itu mudah... atur strategy... tembak dan menang.... ternyata... betapa melelahkannya perang itu ...
dalam suasana gawat... peluru melintas di dekat kita... kita harus belari.. tiarap, merayap... sambil melihat dimana posisi musuh...
dengan senjata yang berat yg menguras tenaga untuk tetap ada di tangan (kalau bisa di tinggal deh .. )... dengan pakaian yg tebal yg menyesakkan dada... dengan helm yg terpaksa kita pakai semakin menambah berat pikiran ...
belum lagi bila teman kita terkena tembak atau meninggalkan kita atau bahkan tertinggal. dimana kita berharap sokongan untuk melindungi diri...
wah... capek banget deh..... makanya suka mikir ... kok pada betah ya perang berlama-lama.... serhari2x, bulan bahkan tahunan.... paa enggak capek kali ye????
cinta damai aja deh jangan perang.... capek ....
beneran...
Hanya sejenak untuk melihat diri dan berjalan lagi, seteguh gunung dia berdiri, Setabah nelayan menembus badai, Sebebas elang dia berteriak, seikhlas karang menunggu ombak, seperti lautan dia bersikap
Monday, September 11, 2006
puisi
Inginku
Begitu indahnya pesona yang ada dalam dirimu,
Kau sebarkan wangi semerbak ke seluruh alam,
Kau jadikan dunia ini penuh warna,
Warna keindahan dan kedamaian,
Kau hiasi mahkota mu dengan penuh warna,
Kau selalu ada disetiap suasana,
Kau dapat menghilangkan semua duka,
Membuat suasana menjadi ceria.
Tak salah banyak orang begitu mengagumimu,
Karna kau begitu menarik dan mempesona,
Dibalik keindahanmu kau begitu kuat,
Kau mampu menjaga dirimu dengan duri yang melekat,
Mawarku,
Kau pancaran cinta dan kasih sayang,
Jangan pernah kau hilang,
Teruslah kau berkembang,
Dengan sinar cahaya mu yang indah gemilang
(elyta & me)
sepi
Aku melamun dalam ruangan yang sepi,
Tak ada seorang pun disini ,
Hanya aku yang sedang memainkan jari jemari,
Menulis bait demi bait puisi,
Kupandangi pemandangan disekitar ,
Kulihat nyiur melambai,
Seakan mencoba menemaniku,
Yang sedang larut dalam kesendirian.
Lambaian itu begitu menghangatkan ,
Memecah relung kesepian,
Ku balas dengan senyum persahabatan,
Sebagai awal perkenalan,
Aku tak merasakan sepi,
Karena nyiur ada disini,
Seolah menyiapakan diri,
Untuk menjadi tempat berbagi,
Segala rasa dihati.
(elyta & me)
ingin ku
Ketika rasa itu datang,
Aku ingin berlari ,
Seolah tak ingin menjawab semua teka-teki,
Aku tak ingin sendiri,
Mengahadapi semua masalah ini,
Aku ingin ada tempat berbagi,
Yang dapat meringankan beban ini,
Aku harus dapat berpikir jernih.
Tuk menjawab semua ini,
Aku harus dapat memilih.
Kemana ku dapat melangkahkan kaki,
Aku masih ingin melihat indahnya mentari,
Yang menyinari pagi,
Kuingin ucapkan selamat datang kembali,
Kebahagian yang tlah lama kunanti.
(elyta & me)
untukmu
tak tahu mulai darimana
tak tahu harus menulis apa
menyelami hati mu
menembus ruang waktu
teramat dalam
tak mampu ku capai...
memandang gemintang
mencari makna
sesukar meraba lelikuan sikapmu
bergeming aku.
meresapi lagi hadir mu
memberi asa dan cita
ada luka disana
yg kau tingggalkan
memberi sejuta tanya..
kini kau datang
ada ragu di hati
layakkah aku di sisi
Kau beri warna baru dijiwa
warna indah persahabatan
terungkap sudah sejuta tanya
haru ku... haru mu...
luka itu tertutup sudah
menjadi sesuatu yg indah
tak terlupakan
untuk merajut hari2x kita
oh...
dapat ku temui hatimu
ku buka buku hatimu
kenali kedewasaan diri
kenali keteguhan sikap
dan temui kerapuhan hati...
inginku masuk lebih dalam
membawamu menuju gemintang
agar kau tahu indahnya dunia
luasnya alam raya
kau bebas memainkan penamu
mecurahkan semua yg kau rasa
agar bahagia kau dapat..
luka mu akan hilang
seiring jalan yg kau lalui
kau temui teman sejiwa
tempat kau tulis sejuta warna
cinta dan asa
harapku...
tinggal ku sendiri
merenungi diri..
menjadi karang,
menjadi elang
dalam sepi, ku tulis untaian doa
untukmu...
seseorang yg wajahnya selalu dalam relung hati
yg di lukis dengan warna hidup
putih, merah dan hitam
hanyut ku...
dalam biruku...
(.me)
dewi hati
terpaku memandang biru...
terhanyut dalam buih...
airmata semakin pasang
sebentar tengelamkan pasak
mencoba merangkai warna
mengurat dengan jiwa
membentuk cinta
jauh di relung hati..
terlukis indah wajahmu
yg tiada ada pudar..
damainya cahaya mata.
di dalamnya terdapat danau.
danau yg menunggu untuk di tumpahkan
ada hati yg jernih..
lembut selembut bayu
memberi asa pada sesama
walau luka menganga...
wajah itu..
yg dilukis dengan putihnya susu
segarnya merah dan hitamnya luka
dari sari hidup.
yang menjelma menjadi dewi...
yang ada dalam relung jiwa
tak terkikis oleh badai hidup..
yg selalu hidup di hati..
: Pesona yang mengagumkan begitu kuat
Terpancar dari wajahnya
kedewasaan dan kematang tampak jelas terlihat,
dari setiap langkahnya
kebahagian kan datang padanya
bersama indah yang diciptakannya.
berharap ada setitik asa tuk gapai bahagia bersama,
tapi sang waktu tak menjawab jua.
Smua tinggal lah harap semata,
bersama kenangan yang tlah tercipta.
(me)
Melati...
tumbuh mewangi
berpagar semak berduri
ku coba memetik
duri mu melukai
kupaksa melangkah
semak mu menghalang
sampai ku sadari
ada mawar menemani duka
membalut luka
memberi matahari hidup
hidupku kini matahariku
hingga sang waktu mempertemukan melati
mengoyak kembali luka itu
dan sang waktu pula
mengajari kita arti persahabatan
kini kau ragu
akan sikap ku
adakah hati disana??
mengganjal sikapmu
dosakah aku
menghirup wangi mu
memandang putih mu
menjaga mu
berbagi cerita
tentang asa mu
tentang matahari ku
tentang warna-warni hidup...
atau inikah jalan ku..
yang hanya bisa memandangmu di kejauhan
tanpa arti bagi mu
percayalah
apapun yg ku dapat
tlah memberi arti yg dalam di hidupku
dan apapun sikapmu ku trima sebagai jalanku...
....
Akulah bunga
beri warna dan aroma
akulah camar
memberi keindahan di cakrawala
Kau jaga
beri asa dan cita
bagai mentari menyinari
bagai bayu menghembus waktu
Kau goreskan warnamu
di kanvas biru hati ku
beri sejuta tanya
dan harap
kemana bayu berhembus
bilakah kelopakku merekah
menyambut hari indah
dari sikap ragumu
ku kan terus terbang
mengepakkan sayapku
meniti asa dan cita
yng ku gantung tinggi di sana
kini sikapmu
galaui hati dan jalan ku
hadirmu memberi tanya
ragu di hati
ku terus merekah
menhiasi taman hati
dengan kelopak
dan sayapku
lebih indah dengan warnamu..
Buah hatiku
lelaki kecil ku.....
nan mungil dan lucu..
penerus darahku
dalam perjuanganku..
terbayang slalu wajah mu.....
senyum manis bibirmu...
matahari hidupku
cahaya gelap hatiku...
terang berkilauan karena mu
menambah gemerlap hidupku...
menangislah yang keras
Luapkan sedih dihatimu...
kan ku coba mengerti
apa maumu..
tataplah gemintang
yang indah bersinar
gantungkan asa dan citamu disana
bersama doa dan harap dariku...
aku disini
slalu berdoa untukmu
ku berikan yg terbaik untukmu
tuk gapai smua bahagia hidupmu...
(elyta & me)
Masa lalu
mengarungi kembali masa itu
bersama teman2 ku
Saat Indah yang kurasalkan dulu
terhanyut ku di dalamnya...
bersama kita dalam duka
Tertawa dalam canda
merajut asa bersama
dibungkus kecintaan yg sama
disana penuh kebersamaan
Dalam satu tali persaudaraan
di asah oleh kesabaran
dibalut keikhlasan
tempat saling berbagi
menumpahkan segala asa dalam dada
mencari jati diri
dipandu teman sejati
Yang slalu setia menemani
memberi arah di waktu mendua
menopang dikala terjatuh
KU gerakan tongkat2 kecilku...
ku putar kembali memoriku
mengingat simpul2x yg kau ajarkan
tuk menguatkan peganganku
bertanya dalam hati
sanggupkah ku tularkan semua
Kisah Yang ku Alami ini
Pada generasi penerusku...
sang waktu menguhkan hati
Menguatkan Jiwaku..
sampai kan kutemukan kembali
kebesaran jiwa yg di ukir di hati
esok kita kan bersama lagi
Bertemu kembali...
tuk berbagi cerita yang pernah kita alami...
Melepas Segala Rindu Di Hati
tak sanggup ku menunggu datangnya hari itu ...
(elyta & me)
LELAH
menyusur jalan tak berujung
mengarungi samudra tak bertepi
putus asa menjadi nyanyian hati
lelah....
mencari jalan keluar
melepas sauh di lautan
mengharap satu asa
tersesat aku...
masih ku susuri jalan itu
masih ku arungi samudra itu
dengan sisa katabahan
dengan doa
tiba di persimpangan hidup
memilih aku ....
tak bisa ku pilih
kemana ku bawa hati
temui para begawan
temui sahabat
tak ada tuah ku dapat
kemana lagi ku cari
Pada ruang pada waktu
aku ingin datang dalam sepi
tumpahkan isi hati
ringan ku mendaki
pada kelelawar ku mengadu
di lampu jalan sandarkan angan
pada nada lontarkan marah
pada alam raya ku berterus terang
LELAH
GELISAH
LELAH
GELISAH
Begitu indahnya pesona yang ada dalam dirimu,
Kau sebarkan wangi semerbak ke seluruh alam,
Kau jadikan dunia ini penuh warna,
Warna keindahan dan kedamaian,
Kau hiasi mahkota mu dengan penuh warna,
Kau selalu ada disetiap suasana,
Kau dapat menghilangkan semua duka,
Membuat suasana menjadi ceria.
Tak salah banyak orang begitu mengagumimu,
Karna kau begitu menarik dan mempesona,
Dibalik keindahanmu kau begitu kuat,
Kau mampu menjaga dirimu dengan duri yang melekat,
Mawarku,
Kau pancaran cinta dan kasih sayang,
Jangan pernah kau hilang,
Teruslah kau berkembang,
Dengan sinar cahaya mu yang indah gemilang
(elyta & me)
sepi
Aku melamun dalam ruangan yang sepi,
Tak ada seorang pun disini ,
Hanya aku yang sedang memainkan jari jemari,
Menulis bait demi bait puisi,
Kupandangi pemandangan disekitar ,
Kulihat nyiur melambai,
Seakan mencoba menemaniku,
Yang sedang larut dalam kesendirian.
Lambaian itu begitu menghangatkan ,
Memecah relung kesepian,
Ku balas dengan senyum persahabatan,
Sebagai awal perkenalan,
Aku tak merasakan sepi,
Karena nyiur ada disini,
Seolah menyiapakan diri,
Untuk menjadi tempat berbagi,
Segala rasa dihati.
(elyta & me)
ingin ku
Ketika rasa itu datang,
Aku ingin berlari ,
Seolah tak ingin menjawab semua teka-teki,
Aku tak ingin sendiri,
Mengahadapi semua masalah ini,
Aku ingin ada tempat berbagi,
Yang dapat meringankan beban ini,
Aku harus dapat berpikir jernih.
Tuk menjawab semua ini,
Aku harus dapat memilih.
Kemana ku dapat melangkahkan kaki,
Aku masih ingin melihat indahnya mentari,
Yang menyinari pagi,
Kuingin ucapkan selamat datang kembali,
Kebahagian yang tlah lama kunanti.
(elyta & me)
untukmu
tak tahu mulai darimana
tak tahu harus menulis apa
menyelami hati mu
menembus ruang waktu
teramat dalam
tak mampu ku capai...
memandang gemintang
mencari makna
sesukar meraba lelikuan sikapmu
bergeming aku.
meresapi lagi hadir mu
memberi asa dan cita
ada luka disana
yg kau tingggalkan
memberi sejuta tanya..
kini kau datang
ada ragu di hati
layakkah aku di sisi
Kau beri warna baru dijiwa
warna indah persahabatan
terungkap sudah sejuta tanya
haru ku... haru mu...
luka itu tertutup sudah
menjadi sesuatu yg indah
tak terlupakan
untuk merajut hari2x kita
oh...
dapat ku temui hatimu
ku buka buku hatimu
kenali kedewasaan diri
kenali keteguhan sikap
dan temui kerapuhan hati...
inginku masuk lebih dalam
membawamu menuju gemintang
agar kau tahu indahnya dunia
luasnya alam raya
kau bebas memainkan penamu
mecurahkan semua yg kau rasa
agar bahagia kau dapat..
luka mu akan hilang
seiring jalan yg kau lalui
kau temui teman sejiwa
tempat kau tulis sejuta warna
cinta dan asa
harapku...
tinggal ku sendiri
merenungi diri..
menjadi karang,
menjadi elang
dalam sepi, ku tulis untaian doa
untukmu...
seseorang yg wajahnya selalu dalam relung hati
yg di lukis dengan warna hidup
putih, merah dan hitam
hanyut ku...
dalam biruku...
(.me)
dewi hati
terpaku memandang biru...
terhanyut dalam buih...
airmata semakin pasang
sebentar tengelamkan pasak
mencoba merangkai warna
mengurat dengan jiwa
membentuk cinta
jauh di relung hati..
terlukis indah wajahmu
yg tiada ada pudar..
damainya cahaya mata.
di dalamnya terdapat danau.
danau yg menunggu untuk di tumpahkan
ada hati yg jernih..
lembut selembut bayu
memberi asa pada sesama
walau luka menganga...
wajah itu..
yg dilukis dengan putihnya susu
segarnya merah dan hitamnya luka
dari sari hidup.
yang menjelma menjadi dewi...
yang ada dalam relung jiwa
tak terkikis oleh badai hidup..
yg selalu hidup di hati..
: Pesona yang mengagumkan begitu kuat
Terpancar dari wajahnya
kedewasaan dan kematang tampak jelas terlihat,
dari setiap langkahnya
kebahagian kan datang padanya
bersama indah yang diciptakannya.
berharap ada setitik asa tuk gapai bahagia bersama,
tapi sang waktu tak menjawab jua.
Smua tinggal lah harap semata,
bersama kenangan yang tlah tercipta.
(me)
Melati...
tumbuh mewangi
berpagar semak berduri
ku coba memetik
duri mu melukai
kupaksa melangkah
semak mu menghalang
sampai ku sadari
ada mawar menemani duka
membalut luka
memberi matahari hidup
hidupku kini matahariku
hingga sang waktu mempertemukan melati
mengoyak kembali luka itu
dan sang waktu pula
mengajari kita arti persahabatan
kini kau ragu
akan sikap ku
adakah hati disana??
mengganjal sikapmu
dosakah aku
menghirup wangi mu
memandang putih mu
menjaga mu
berbagi cerita
tentang asa mu
tentang matahari ku
tentang warna-warni hidup...
atau inikah jalan ku..
yang hanya bisa memandangmu di kejauhan
tanpa arti bagi mu
percayalah
apapun yg ku dapat
tlah memberi arti yg dalam di hidupku
dan apapun sikapmu ku trima sebagai jalanku...
....
Akulah bunga
beri warna dan aroma
akulah camar
memberi keindahan di cakrawala
Kau jaga
beri asa dan cita
bagai mentari menyinari
bagai bayu menghembus waktu
Kau goreskan warnamu
di kanvas biru hati ku
beri sejuta tanya
dan harap
kemana bayu berhembus
bilakah kelopakku merekah
menyambut hari indah
dari sikap ragumu
ku kan terus terbang
mengepakkan sayapku
meniti asa dan cita
yng ku gantung tinggi di sana
kini sikapmu
galaui hati dan jalan ku
hadirmu memberi tanya
ragu di hati
ku terus merekah
menhiasi taman hati
dengan kelopak
dan sayapku
lebih indah dengan warnamu..
Buah hatiku
lelaki kecil ku.....
nan mungil dan lucu..
penerus darahku
dalam perjuanganku..
terbayang slalu wajah mu.....
senyum manis bibirmu...
matahari hidupku
cahaya gelap hatiku...
terang berkilauan karena mu
menambah gemerlap hidupku...
menangislah yang keras
Luapkan sedih dihatimu...
kan ku coba mengerti
apa maumu..
tataplah gemintang
yang indah bersinar
gantungkan asa dan citamu disana
bersama doa dan harap dariku...
aku disini
slalu berdoa untukmu
ku berikan yg terbaik untukmu
tuk gapai smua bahagia hidupmu...
(elyta & me)
Masa lalu
mengarungi kembali masa itu
bersama teman2 ku
Saat Indah yang kurasalkan dulu
terhanyut ku di dalamnya...
bersama kita dalam duka
Tertawa dalam canda
merajut asa bersama
dibungkus kecintaan yg sama
disana penuh kebersamaan
Dalam satu tali persaudaraan
di asah oleh kesabaran
dibalut keikhlasan
tempat saling berbagi
menumpahkan segala asa dalam dada
mencari jati diri
dipandu teman sejati
Yang slalu setia menemani
memberi arah di waktu mendua
menopang dikala terjatuh
KU gerakan tongkat2 kecilku...
ku putar kembali memoriku
mengingat simpul2x yg kau ajarkan
tuk menguatkan peganganku
bertanya dalam hati
sanggupkah ku tularkan semua
Kisah Yang ku Alami ini
Pada generasi penerusku...
sang waktu menguhkan hati
Menguatkan Jiwaku..
sampai kan kutemukan kembali
kebesaran jiwa yg di ukir di hati
esok kita kan bersama lagi
Bertemu kembali...
tuk berbagi cerita yang pernah kita alami...
Melepas Segala Rindu Di Hati
tak sanggup ku menunggu datangnya hari itu ...
(elyta & me)
LELAH
menyusur jalan tak berujung
mengarungi samudra tak bertepi
putus asa menjadi nyanyian hati
lelah....
mencari jalan keluar
melepas sauh di lautan
mengharap satu asa
tersesat aku...
masih ku susuri jalan itu
masih ku arungi samudra itu
dengan sisa katabahan
dengan doa
tiba di persimpangan hidup
memilih aku ....
tak bisa ku pilih
kemana ku bawa hati
temui para begawan
temui sahabat
tak ada tuah ku dapat
kemana lagi ku cari
Pada ruang pada waktu
aku ingin datang dalam sepi
tumpahkan isi hati
ringan ku mendaki
pada kelelawar ku mengadu
di lampu jalan sandarkan angan
pada nada lontarkan marah
pada alam raya ku berterus terang
LELAH
GELISAH
LELAH
GELISAH
Subscribe to:
Posts (Atom)