Jakarta, 19 mei 2006
Menyusuri jalan yg sama, gw pasang radio buat menemani perjalanan, seperti biasa denger Rafik dan putri berceloteh, gile.. ternyata beneran loh di belahan sana ada yg masak embrio manusia (bayi manusia) di buat sup dan di makan ... Astagfirlloh..... beneran sang malah ada yg hapal ramuan (bumbu)...
Obrolan beralih ke makanan yg lain, dan hal lain....
jam 8.10 sampai di lampu merah depan RS mitra (jatinegara) enggak sengaja mata saya menagkap seorang bapak menggendong anaknya di sebelah nya berdiri anak perempuannya (sekitar 5th) dan seorang ibu.. keadaan mereka "agak" kotor... bukan karena kotornya yg buat saya tetap memandangnya.... tapi....
tiba2x si Bapak menampar istrinya(mungkin) sang istri kelihatan berbicara keras gw enggak mendengar kata2x... dan sebuah pukulan melayang ke dagu si istri gw kaget.... tp gw enggak beranjak dari tempat gw....
si istri terjatuh.... hati gw bergetar... ingin rasanya mencoba melerai... tapi ... gw enggak bisa....
si istri bangkit coba memukul si bapak... si bapak malah menarik dan menyeret si ibu... karena harus menggendong dan melihat kedua anaknya si bapak mendorong si istri sambil berteriak pulang!!!!!...
si kecil dan kakaknya menangis.... pilu banget.... lampu berganti hijau..... klakson motor bebek yg memekakkan menyadarkan lamunan... gw jalan lagi.. tapi di kepala masih bermain pikiran ttg keluarga itu... keluarga yang entah apa masalahnya... (mungkin enggak jauh dari himpitan ekonomi) gw mikir ttg perasaan si anak.... gw membayangkan diri gw...
teringat Alm Ayah... mama... adik2x ... Alhamdulillah cobaan kel gw enggak seberat mereka... gw jadi kangen banget sama bokap.... udah lama enggak ziarah ke kuburnya...
selintas muncul kembali bayangan keluarga tadi .... kenapa gw enggak coba melerai???? atau melakukan sesuatu untuk mereka... tapi melakukan apa????
sampai kantor masih kepikiran adegan tadi enggak lebih dari 2 menit tapi sangat membekas....
Ya Alloh Ampuni Orang tua dan keluargaku ... Amin....
Hanya sejenak untuk melihat diri dan berjalan lagi, seteguh gunung dia berdiri, Setabah nelayan menembus badai, Sebebas elang dia berteriak, seikhlas karang menunggu ombak, seperti lautan dia bersikap
Thursday, May 18, 2006
Thursday, May 11, 2006
kangen
Udah lama ngk denger lagu cikal, Kerbau dikepalaku ada yg suci Kerbau dikepalaku senang bekerja
kerbau disini teman petani
Ular dinegara maju mjd sampah nuklir, Ular di dalam buku menjadi hiasan Tato, ular disini memakan tikus
Kerbau ku seram, kerbau besar tetapi dia senang bekerja hidupnya sederhana, Ularku besar, ularku seram, mengganti kulit keluar sarang , makan dan bertapa hidupnya sederhana
Sancaku melilit kerbau tetapi kerbauku tidak terganggu sebag sanca dan kerbau temannya petani ..
lalu di mana anak2x sang tikus???
Bila kita sedang tidur dan tiba2x terbangun krn lobang hidung kita terkena kumis harimau, pasti kita kan lari.. tetapi bayi ku tidak, bukan karena bayiku belon bisa berlari, aku percaya...
bayiku menarik dan memukul mulut harimau, harimau malah meberi bayi ku mainan, bayi ku menjadi bayi harimau, bayi harimau anak petani, seperti sanca melilit kerbau dia ada di gorong2x kota lantas apa agamanya??
kerbau disini teman petani
Ular dinegara maju mjd sampah nuklir, Ular di dalam buku menjadi hiasan Tato, ular disini memakan tikus
Kerbau ku seram, kerbau besar tetapi dia senang bekerja hidupnya sederhana, Ularku besar, ularku seram, mengganti kulit keluar sarang , makan dan bertapa hidupnya sederhana
Sancaku melilit kerbau tetapi kerbauku tidak terganggu sebag sanca dan kerbau temannya petani ..
lalu di mana anak2x sang tikus???
Bila kita sedang tidur dan tiba2x terbangun krn lobang hidung kita terkena kumis harimau, pasti kita kan lari.. tetapi bayi ku tidak, bukan karena bayiku belon bisa berlari, aku percaya...
bayiku menarik dan memukul mulut harimau, harimau malah meberi bayi ku mainan, bayi ku menjadi bayi harimau, bayi harimau anak petani, seperti sanca melilit kerbau dia ada di gorong2x kota lantas apa agamanya??
Wednesday, May 10, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)
