Baca tentang Sang elang (lagi),
banyak yg di ambil dari hidupnya
dari pagi gw terbayang terus dengan sang elang ...
yup .. gw harus belajar dari elang ...
sekarang gw lepas semua kebanggaan (bulu sayap)
gw merendahkan diri serendah mungkin (patahkan paruh)
terdiam dan merenung (patahkan cakar)
Fase yang menyakitkan ...
tapi itulah harga sebuah hidup..
sang elang akan lahir lagi dengan jiwa dan semangat baru ..
semoga menjadi lebih baik
semoga tak temui lagi kemunafikan
dan kebohongan
thanks buat keluarga gw yg (sangat) sabar dengan tingkahlaku dan sikap gw ..
thanks buat temen yg sayang ma gw ...
kalian sungguh berarti ..
Hanya sejenak untuk melihat diri dan berjalan lagi, seteguh gunung dia berdiri, Setabah nelayan menembus badai, Sebebas elang dia berteriak, seikhlas karang menunggu ombak, seperti lautan dia bersikap
Wednesday, June 27, 2007
Sunday, June 17, 2007
Terimakasih Sobat...
Pernah kita sama2x susah, terperangkap di dingin malam
terjerumus dalam lubang jalanan, di hilas kaki sang waktu yg sombong ..
masih ingatkah kau sobat ...
Sepenggal bait dari Iwan, menyadarkan ku ..
teringat "teman" yg pernah bersama arungi kejamnya dunia
Kerasnya hidup dan liciknya kelicikan ...
bersama dan ikhlas kita jalanin bersama
tapi bukankah itu yg mengikat kita ??
mengikat hati dan rasa kita untuk bersama
menebar benih cinta di antara kita ??
Teman ...
rasa sakit yg kita alami berbuah kini ...
kita saling mengenal dan memamahami hati...
saling mengenal lebih kurangnya diri
Teman...
jasad kita memang berjauhan tapi hati kita dekat ..
kau rasakan apa yg aku rasakan,
kau lah jalan keluar ..
Teman ..
Maaf selama ini aku menjauh... mata hati ku buta oleh cinta..
terbuai aku dan jatuh...
maaf atas salah ku tak mengindahkan kalian ..
teman ..
kemarin aku tersadar betapa berharganya kalian ..
kalian tak tergantikan ..
terimakasih sudah memberi hidup yang lain ..
Kalian memberi sesuatu yg tidak di berikan siapapun ..
Thanks to :
Wan,kodok, mba ret, Dewi, cok dan teman yg lain ...
terjerumus dalam lubang jalanan, di hilas kaki sang waktu yg sombong ..
masih ingatkah kau sobat ...
Sepenggal bait dari Iwan, menyadarkan ku ..
teringat "teman" yg pernah bersama arungi kejamnya dunia
Kerasnya hidup dan liciknya kelicikan ...
bersama dan ikhlas kita jalanin bersama
tapi bukankah itu yg mengikat kita ??
mengikat hati dan rasa kita untuk bersama
menebar benih cinta di antara kita ??
Teman ...
rasa sakit yg kita alami berbuah kini ...
kita saling mengenal dan memamahami hati...
saling mengenal lebih kurangnya diri
Teman...
jasad kita memang berjauhan tapi hati kita dekat ..
kau rasakan apa yg aku rasakan,
kau lah jalan keluar ..
Teman ..
Maaf selama ini aku menjauh... mata hati ku buta oleh cinta..
terbuai aku dan jatuh...
maaf atas salah ku tak mengindahkan kalian ..
teman ..
kemarin aku tersadar betapa berharganya kalian ..
kalian tak tergantikan ..
terimakasih sudah memberi hidup yang lain ..
Kalian memberi sesuatu yg tidak di berikan siapapun ..
Thanks to :
Wan,kodok, mba ret, Dewi, cok dan teman yg lain ...
Wednesday, June 13, 2007
edelweiss
memandang bintang di puncak gunung
semarak di langit purnama
ditemani rekahnya edelweiss
di selimuti kabut tipis
indah ....
memandang matamu
mendengar desah mu
menyentuh hatimu
bersama mu melawati hari ..
hadiah terindah untuk ku ..
karena engkaulah keindahan
engkau lah puteri
engkaulah edelweissku ...
wahai sebagian jiwa...
yang mengisi hari ..
yang ada di dalam darah
yang mengaliri seluruh raga
kau tahu dan mengerti akan arti cinta ...
karna kaulah cinta abadi nan putih dan lembut..
kau ajari aku kebaikan dan keindahan
kau lah edelweiss sejati
berjalan di bebatuan
tak kurasa luka menganga
yg sirna ketika ku temui kau..
kau basuh dengan sejuknya kata dan lembutnya tatap mata
semarak di langit purnama
ditemani rekahnya edelweiss
di selimuti kabut tipis
indah ....
memandang matamu
mendengar desah mu
menyentuh hatimu
bersama mu melawati hari ..
hadiah terindah untuk ku ..
karena engkaulah keindahan
engkau lah puteri
engkaulah edelweissku ...
wahai sebagian jiwa...
yang mengisi hari ..
yang ada di dalam darah
yang mengaliri seluruh raga
kau tahu dan mengerti akan arti cinta ...
karna kaulah cinta abadi nan putih dan lembut..
kau ajari aku kebaikan dan keindahan
kau lah edelweiss sejati
berjalan di bebatuan
tak kurasa luka menganga
yg sirna ketika ku temui kau..
kau basuh dengan sejuknya kata dan lembutnya tatap mata
Subscribe to:
Posts (Atom)